Panca Trisna Tjahjadikarta merupakan perintis sekaligus pendiri PT Agro Usaha Tama. Ketertarikan anak ketiga dari enam bersaudara untuk memulai bisnis penjualan komoditas itu berawal saat dirinya bekerja dengan pamannya di Surabaya, Jawa Timur. Pada saat itu, Panca Trisna menjual tiga komoditas asal Indonesia berupa kemiri kupas, bawang putih impor dan kacang tanah. Melihat peluang yang besar dan keinginan untuk mengembangkan minat sebagai pengumpul komoditas, pria yang lahir pada 12 Maret 1963 itu memutuskan pindah ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada Agustus 1988.
Saat mengawali usaha sebagai pengumpul komoditas di tanah rantau, Panca Trisna memulainya dengan menyewa gudang kecil di Jalan Dakwa Nomor 5, Makassar. Sedikit demi sedikit, Panca Trisna mulai mengumpulkan dan menjual komoditas berupa kemiri, bawang putih impor, kacang tanah yang dikumpulkan dari para pedagang kecil sekaligus mencoba menjual kacang hijau kepada eksportir. Dengan berkembangnya usaha di Makassar tersebut, pada tahun 1992 perusahaan rintisan Panca Trisna itu mampu membeli lahan seluas 3,2 hektar dan membangun satu unit kantor serta dua unit gudang.
Setelah memiliki lahan usaha yang semakin luas, pengumpulan jenis komoditas pun juga dilebarkan. Komoditas yang dijual pada saat itu bertambah, termasuk jagung, cokelat, beras, merica, wijen, jambu mente, dan cengkeh. Dengan melebarnya sayap perusahaan itu, pasar komoditas perusahaan itu juga bertumbuh ke wilayah mancanegara.




